Sudan mencari keadilan di tengah krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh konflik di negara tersebut, kata Duta Besar Sudan untuk Türkiye Nadir Yousif Eltayeb pada hari Selasa, menyoroti kekurangan pangan parah yang dihadapi warga sipil di El Fasher.
Berbicara pada pertemuan hari Selasa mengenai Sudan yang diadakan di markas besar Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) di ibu kota Turki, Ankara, Eltayeb mengkritik pendekatan komunitas internasional terhadap konflik di Sudan dan mengatakan pasukan pemerintah telah melakukan upaya intensif untuk mematahkan pengepungan El Fasher.
Eltayeb mengatakan kota itu telah dikepung selama sekitar 30 bulan.
“Sekitar 1 juta orang bertahan hidup karena bantuan yang disalurkan oleh angkatan bersenjata melalui udara. Masyarakat tidak dapat mengakses makanan yang cukup, sampai-sampai mereka harus memakan kulit pohon,” ujarnya.
Dia mengatakan pasukan pemerintah Sudan telah melakukan lebih dari 200 upaya untuk mematahkan pengepungan El Fasher.
“Komunitas internasional telah mengambil pendekatan yang bias terhadap masalah ini, sehingga menghambat penyelesaiannya,” katanya.
Eltayeb menuduh pasukan pemberontak di Sudan didukung oleh negara-negara asing, dengan alasan bahwa mereka tidak akan mampu maju tanpa dukungan eksternal.
Ia juga mengklaim kelompok bersenjata di El Fasher secara khusus menargetkan suku tertentu.
“Apa yang terjadi di El Fasher adalah genosida,” katanya.
Eltayeb mengatakan jumlah orang yang .....selengkapnya