Timur Tengah

Libya, Qatar membahas kerja sama 4 arah mengenai migrasi tidak teratur

Tanggal asli: 27 Agustus 2026 02:43 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Libya, Qatar membahas kerja sama 4 arah mengenai migrasi tidak teratur

Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibah dan Menteri Negara Qatar di Kementerian Luar Negeri Mohammed al-Khulaifi pada hari Rabu membahas perkembangan mekanisme kerja sama empat arah yang melibatkan Libya, Qatar, Türkiye dan Italia untuk mengatasi migrasi tidak teratur.

Dbeibah menerima Khulaifi di Tripoli, menurut pernyataan Pemerintah Persatuan Nasional Libya, yang tidak memberikan rincian tentang kunjungan pejabat Qatar tersebut.

Kedua belah pihak meninjau kemajuan dalam mekanisme empat arah dan upaya untuk meluncurkan ruang operasi percontohan, kata pernyataan itu.

Mereka juga membahas perluasan program bersama mengenai peningkatan kapasitas, memerangi migrasi tidak teratur dan mendukung program pemulangan secara sukarela, dengan tujuan mengubah kerangka kerja tersebut menjadi mekanisme praktis untuk koordinasi di antara keempat negara.

Inisiatif empat arah ini diumumkan oleh Dbeibah pada bulan April dan bertujuan untuk memperkuat kerja sama keamanan dan teknis untuk melawan migrasi tidak teratur dan mengurangi arus migran melintasi Mediterania. Fokusnya adalah memperkuat kemampuan pemantauan perbatasan Libya dan membongkar jaringan penyelundupan migran.

Mekanisme tersebut secara resmi mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2026, sedangkan ruang operasi gabungan secara resmi mulai bekerja dari kantor pusatnya di ibu kota Libya, Tripoli, pada 18 Juni.

Dbeibah dan Khulaifi juga membahas hubungan bilateral dan cara untuk memperluas peran Qatar dalam mendukung stabilitas serta proses politik dan ekonomi di Libya.

Dbeibah menyambut baik kunjungan pejabat Qatar ke Tripoli dan Benghazi, tanpa menyebutkan tanggalnya, dan menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai pihak Libya.

Dia menyatakan harapannya atas peran Qatar yang lebih besar di masa mendatang untuk mendukung stabilitas dan konsensus politik serta memperkuat koordinasi regional dan internasional mengenai Libya.

Baca Sumber Asli