Pasukan Jerman telah mengakhiri misi militer mereka di wilayah Kurdi Irak setelah bertahun-tahun terlibat dalam koalisi internasional melawan kelompok teroris ISIS (Daesh), kata Kementerian Peshmerga Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) pada hari Rabu.
Sebuah upacara diadakan di Kamp Stephan di Bandara Internasional Erbil untuk menandai berakhirnya misi penasihat militer Jerman, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Irak.
Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat senior dari wilayah Kurdi Irak, perwakilan negara-negara koalisi, dan komandan militer.
Kementerian mengatakan kesimpulan dari misi tersebut terjadi setelah bertahun-tahun keterlibatan militer Jerman dalam perang melawan ISIS di Irak dan wilayah Kurdi Irak.
Laporan tersebut memuji peran tim militer Jerman dalam mendukung pasukan Peshmerga, khususnya selama operasi melawan ISIS.
Jerman juga memberikan bantuan militer dan medis serta dukungan logistik dan konsultasi yang membantu mengembangkan kemampuan dan infrastruktur militer pasukan Peshmerga, tambah kementerian itu.
Jerman telah mendukung pasukan Peshmerga di Wilayah Kurdi Irak sejak perang melawan ISIS semakin intensif pada tahun 2014, dengan menyediakan peralatan militer dan mengerahkan pasukan ke Erbil untuk melatih pasukan lokal. Parlemen Jerman menyetujui misi pelatihan tersebut pada Januari 2015.
Berakhirnya misi Jerman terjadi ketika Irak bergerak menuju penyelesaian fase kedua dan terakhir dari penarikan koalisi pimpinan AS.
Baghdad dan Washington pada tahun 2024 menyetujui rencana dua fase untuk mengakhiri misi militer koalisi, dengan sisa misi koalisi terkait dengan operasi melawan ISIS di Suriah dijadwalkan selesai pada akhir September.
Para pejabat Irak telah berulang kali mengatakan sisa kehadiran militer asing di bawah koalisi akan berakhir pada 30 September.
Mereka menggambarkan tenggat waktu tersebut sebagai tenggat waktu final dan mengatakan penarikan tersebut akan menandai transisi menuju pasukan Irak yang memikul tanggung jawab penuh atas keamanan negara tersebut, dengan kerja sama militer di masa depan dengan negara-negara koalisi yang dilakukan melalui pengaturan bilateral.
Pihak berwenang Irak juga telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Jerman dalam beberapa hari terakhir mengenai penyelesaian penarikan pasukan koalisi dan pengembangan kerja sama militer dan keamanan bilateral di masa depan.
Koalisi pimpinan AS dibentuk pada tahun 2014 setelah ISIS menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah. Irak menyatakan kemenangan atas kelompok teroris tersebut pada tahun 2017, meskipun sisa-sisa kelompok tersebut terus melakukan serangan sporadis.