Seorang anak berusia 14 tahun dan seorang pria tewas ketika sebuah pesawat tak berawak menabrak sebuah rumah di wilayah Lipetsk Rusia, kata pihak berwenang pada hari Rabu.
Gubernur Daerah Igor Artamonov mengatakan drone tersebut menabrak rumah dan menyebabkan kebakaran, menewaskan pria dan anak tersebut.
“Sayangnya, dua orang meninggal: seorang pria dan seorang anak berusia 14 tahun,” kata Artamonov melalui Telegram.
Drone Ukraina juga menyerang pusat logistik milik raksasa e-commerce Rusia Wildberries di wilayah Tambov, sehingga memicu kebakaran besar.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya “mencegat dan menghancurkan” 426 drone Ukraina dalam semalam.
Kebakaran terjadi di pusat logistik Wildberries di Kotovsk, sekitar 500 kilometer tenggara Moskow, pada Selasa dan Rabu malam, kata Gubernur Tambov Yevgeny Pervychov melalui Telegram.
Pervychov mengatakan api meliputi area seluas lebih dari 100.000 meter persegi.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan api dan kepulan asap besar membubung dari fasilitas tersebut.
Wildberry, pengecer online terbesar di Rusia, sering menjadi sasaran Kiev, yang menuduh perusahaan tersebut memasok komponen ke militer Rusia.
Pasukan Ukraina juga menargetkan pesaing Wildberry, Ozon, dalam serangan baru-baru ini.
Pusat logistik dan gudang kedua perusahaan tersebut, yang mendominasi pasar e-commerce Rusia, kurang terlindungi dibandingkan target militer, menurut laporan media Rusia.
Serangan pesawat tak berawak di Ukraina telah menyebabkan kerugian miliaran dolar, dan beberapa pusat logistik hancur akibat kebakaran.
Serangan terbaru ini terjadi ketika serangan yang dilakukan oleh Ukraina dan Rusia semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menyebabkan semakin banyak korban sipil.