Presiden Abbas menegaskan kembali komitmen terhadap Yerusalem sebagai ibu kota abadi Palestina, persatuan nasional, dan perlindungan tempat-tempat suci
RAMALLAH, 24 Agustus 2026 (WAFA) – Presiden Mahmoud Abbas mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina di tanah air dan diaspora, serta negara-negara Arab dan Muslim, pada kesempatan Maulid al-Nabawi, peringatan kelahiran Nabi Muhammad.
Presiden menyampaikan ucapan selamat dan harapan tulusnya pada kesempatan yang penuh berkah ini, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kembali mewujudkan cita-cita bangsa Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan, negara Palestina yang merdeka dan berdaulat yang didirikan di perbatasan pada tanggal 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan kepada negara-negara Arab dan Muslim dengan kebaikan, kemakmuran, dan keberkahan.
Presiden menegaskan, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan nilai-nilai belas kasih, keadilan, toleransi, cinta kasih, dan pemeliharaan harkat dan martabat manusia, merupakan momen di mana masyarakat Palestina dapat mengambil hikmah tentang kesabaran, ketabahan, dan harapan, khususnya di tengah tantangan berat yang mereka hadapi.
Pada kesempatan yang diberkati ini, Presiden Abbas menyerukan untuk melestarikan status quo sejarah dan hukum yang ada dari situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem, menghormati kesucian dan signifikansi keagamaan, dan menghentikan semua serangan, pelanggaran, dan upaya untuk mengubah karakter dan identitas mereka.
Presiden menekankan perlunya menjaga kota suci Yerusalem dan tempat-tempat sucinya serta menolak tindakan apa pun yang dapat merusak signifikansi agama dan sejarah kota tersebut.
Presiden Abbas menekankan pentingnya memperkuat persatuan nasional, menjaga kesatuan tanah dan rakyat Palestina, dan melanjutkan perjuangan nasional dengan ketabahan dan kebijaksanaan sampai rakyat Palestina mencapai hak nasional mereka yang sah atas kebebasan, penentuan nasib sendiri, dan kemerdekaan.
Presiden menegaskan, terlepas dari penderitaan dan pengorbanan yang dialami rakyat Palestina, mereka akan tetap teguh di tanah airnya, berkomitmen terhadap hak-hak dan identitas nasionalnya, serta terus berjuang hingga tujuan nasionalnya tercapai.
Presiden berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mengampuni jiwa para syuhada Palestina, serta memberikan kesembuhan yang cepat bagi yang terluka dan kebebasan bagi para tahanan.
Presiden Abbas juga berdoa untuk perlindungan rakyat Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, termasuk Yerusalem, kamp-kamp pengungsi, dan diaspora, berharap kesempatan ini kembali dengan aspirasi mereka untuk kebebasan, kemerdekaan, dan perdamaian terwujud sepenuhnya.