Timur Tengah

Menghapus sebutan AS sebagai teroris di Suriah adalah ‘langkah yang menentukan’ menuju kemitraan dan stabilitas: utusan AS

Tanggal asli: 25 Agustus 2026 04:39 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Menghapus sebutan AS sebagai teroris di Suriah adalah ‘langkah yang menentukan’ menuju kemitraan dan stabilitas: utusan AS

Menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme di AS adalah sebuah “langkah yang menentukan” dalam transisi negara tersebut dari isolasi menjadi kemitraan dan dari dipandang sebagai sumber terorisme menjadi mitra yang berkomitmen dalam memerangi terorisme, Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack mengatakan pada hari Senin.

Barrack melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah postingan di perusahaan media sosial AS, X, setelah Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

Dia menyebut keputusan tersebut sebagai “sebuah tonggak sejarah” dalam “visi berani Presiden AS Donald Trump untuk memberikan Suriah sebuah kesempatan,” dan memuji keputusan tersebut sebagai “sebuah langkah menentukan dalam perjalanan luar biasa Suriah dari isolasi menuju kemitraan, dan dari sumber terorisme menjadi mitra yang berkomitmen dalam perjuangan global melawan terorisme.”

Barrack mengatakan penunjukan tersebut berfungsi sebagai “tembok lain yang memisahkan rakyat Suriah dari investasi, usaha, dan peluang yang diperlukan untuk membangun kembali negara mereka,” dan menambahkan: “Hari ini, tembok lain akan runtuh.”

Dengan dihapuskannya sebutan tersebut, “modal dapat menggantikan konflik, perusahaan dapat menggantikan isolasi, dan perdagangan dapat terus menang atas kekacauan,” katanya.

Barrack, yang juga menjabat sebagai duta besar untuk Türkiye, mengatakan keputusan tersebut bukan sekadar pencabutan pembatasan namun merupakan “batu fondasi lain dalam hubungan baru AS-Suriah yang dibangun berdasarkan kepentingan bersama, keamanan bersama, dan kemakmuran bersama.”

Dia mengatakan langkah tersebut menunjukkan visi Trump tentang “keamanan pertama, kesejahteraan berikutnya” yang menjadi kenyataan, dan menambahkan: “Janji dibuat. Janji ditepati. Suriah telah diberi kesempatan – sekarang tugasnya adalah mengubah peluang itu menjadi perdamaian dan kemakmuran abadi.”

Beberapa jam sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka telah menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme dan mencabut penunjukan Front al-Nusrah, juga dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham, sebagai organisasi Teroris Global yang Ditunjuk Khusus. Departemen Keuangan juga mendukung langkah tersebut.

Hay'at Tahrir al-Sham adalah salah satu kelompok bersenjata paling terkemuka yang menentang pasukan Bashar al-Assad selama perang saudara di Suriah. Kelompok ini dipimpin oleh Ahmad al-Sharaa, yang menjadi presiden Suriah setelah Assad digulingkan pada Desember 2024.

Suriah tetap masuk dalam daftar negara sponsor terorisme AS sejak 1979, selama puluhan tahun pemerintahan rezim sebelumnya.

Damaskus memandang pencabutan penunjukan tersebut sebagai pembukaan jalan bagi transaksi ekonomi, investasi, dan kerja sama internasional yang lebih besar, serta menghilangkan pembatasan yang terkait dengan penunjukan tersebut. Pembatasan lainnya di AS tetap tunduk pada proses hukum terpisah.

Baca Sumber Asli