RAMALLAH, 22 Agustus 2026 (WAFA) — Uni Eropa mengutuk terorisme penjajah Israel di Tepi Barat, menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi di desa Qusra, selatan Nablus, tempat keluarga-keluarga Palestina terjebak di dalam rumah mereka selama lebih dari seminggu akibat serangan penjajah.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh European External Action Service di Brussels, Uni Eropa menegaskan bahwa situasi di desa tersebut mencerminkan peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh penjajah ekstremis, termasuk intimidasi, pelecehan, pengrusakan properti, dan penyerangan fisik, yang bertujuan untuk memaksa warga Palestina meninggalkan rumah mereka.
UE juga menolak pernyataan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstremis, Itamar Ben-Gvir, mengenai Jalur Gaza, dan menyatakan bahwa retorika yang menghasut dan ofensif seperti itu tidak berkontribusi untuk menenangkan situasi.