Palestina

Tentara Israel, penjajah melukai sedikitnya 20 warga Palestina di Tepi Barat

Tanggal asli: 23 Agustus 2026 03:39 Sumber: Anadolu Agency - Middle East
Tentara Israel, penjajah melukai sedikitnya 20 warga Palestina di Tepi Barat

Setidaknya 20 warga Palestina terluka pada hari Sabtu akibat tembakan tentara Israel, serangan penjajah dan gas air mata di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut otoritas Palestina dan pejabat medis.

Kegubernuran Yerusalem mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga warga Palestina ditembak oleh pasukan Israel ketika mencoba memasuki Yerusalem Timur yang diduduki di dekat tembok pemisah di kota Al-Ram, sebelah utara kota tersebut.

Warga Palestina, sebagian besar pekerja, terluka di dekat tembok pemisah dan di sepanjang perbatasan antara Tepi Barat dan Israel hampir setiap hari ketika mencoba menyeberang untuk mencari pekerjaan.

Israel telah melarang pekerja Palestina untuk kembali bekerja sejak melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, sehingga mendorong beberapa pekerja untuk mencoba memanjat tembok tersebut meskipun ada risikonya.

Secara terpisah, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan timnya membawa dua pemuda Palestina ke rumah sakit setelah penjajah Israel memukuli mereka di kota Arraba, selatan Jenin.

Di provinsi Tubas utara, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dirawat di rumah sakit setelah penjajah memukulinya dengan kejam di kota Tammun, kata organisasi tersebut.

Timnya juga merawat 11 warga Palestina yang menderita menghirup gas air mata selama serangan militer Israel di Tubas dan kota terdekat Tayasir. Empat anak dirawat di lokasi kejadian.

Di provinsi selatan Hebron, Said al-Amour yang lanjut usia menderita luka dan memar setelah penjajah bersenjata memukulinya di desa Al-Rakiz di Masafer Yatta, kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

Pasukan Israel kemudian menggerebek rumah al-Amour, menggeledahnya, merusak isinya dan menyita ponsel anggota keluarganya.

Dua warga Palestina lainnya menderita menghirup gas air mata selama konfrontasi dengan penjajah dan pasukan Israel di pinggiran Arraba, barat daya Jenin.

Pasukan Israel juga menyerbu beberapa wilayah Tepi Barat lainnya, termasuk Beit Fajjar di selatan Betlehem, kota Al-Bireh dan desa Al-Mughayyir di utara Ramallah, kata Wafa.

Gas air mata ditembakkan selama penggerebekan di Al-Mughayyir, namun tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Tepi Barat terus mengalami peningkatan serangan militer dan serangan penjajah Israel sejak Israel melancarkan perangnya di Gaza pada Oktober 2023, di samping perluasan pos-pos pemukiman ilegal, pembangunan jalan khusus pemukim, dan pembatasan yang lebih ketat terhadap pergerakan warga Palestina.

Baca Sumber Asli