Israel menghadapi tekanan diplomatik yang meningkat dari beberapa mitra tradisionalnya atas kebijakannya di wilayah pendudukan Palestina dan tindakan militer di wilayah tersebut. Media Israel menggambarkan posisi negara tersebut di mata internasional semakin tegang.
Outlet berita Israel Ynet melaporkan pada hari Jumat bahwa serangkaian pernyataan dan tindakan dari Australia, Inggris, Kanada, Jerman dan negara-negara lain dalam beberapa hari terakhir telah menyoroti meningkatnya isolasi internasional Israel, khususnya dalam hubungannya dengan Eropa.
Laporan tersebut merujuk pada kritik atas rencana pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, keputusan Israel untuk tidak melakukan penyelidikan kriminal atas pembunuhan tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen (WCK) di Gaza, dan tindakan militer terbaru mereka di Suriah.
Enam negara Eropa mengecam rencana Israel untuk melakukan pembangunan di kawasan E1 dekat pemukiman ilegal Ma'ale Adumim, menurut Ynet.
Proyek E1 telah lama menuai kritik internasional karena pembangunan di wilayah tersebut akan semakin memecah belah Tepi Barat yang diduduki dan merusak kelangsungan wilayah negara Palestina di masa depan.
Sementara itu, Inggris sedang mempertimbangkan tindakan tambahan terhadap Israel sehubungan dengan rencana pemukiman tersebut, kata laporan itu.
Para pejabat Eropa telah memperingatkan bahwa pembangunan di E1 menimbulkan “ancaman nyata” terhadap solusi dua negara, meskipun beberapa pihak juga menyatakan keprihatinan bahwa tindakan hukuman menjelang pemilu Israel pada tanggal 27 Oktober dapat memperkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutu sayap kanannya.
Negara-negara Barat mengutuk keputusan pembunuhan WCK
Australia, Inggris, dan Kanada juga mengeluarkan kecaman bersama setelah militer Israel memutuskan untuk tidak membuka penyelidikan kriminal atas serangan April 2024 yang menewaskan tujuh karyawan WCK di Gaza.
Ketiga negara tersebut menggambarkan keputusan tersebut “memalukan” dan mengatakan para korban dan keluarga mereka berhak mendapatkan keadilan dan akuntabilitas.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong secara terpisah menyatakan “kemarahan” atas keputusan tersebut, sementara Kanada menyebutnya “tidak dapat diterima” dan Inggris mengatakan “terkejut dan marah” atas nama keluarga tiga warga negara Inggris yang tewas dalam serangan tersebut.
Polandia, yang warganya juga termasuk di antara mereka yang terbunuh, menyatakan kekecewaannya dan meminta pihak berwenang Israel untuk bekerja sama dalam penyelidikan Polandia.
Para pekerja bantuan tersebut terbunuh ketika pasukan Israel berulang kali menyerang konvoi mereka yang ditandai dengan jelas di Jalur Gaza.
Militer Israel mengakui kegagalan dalam operasi tersebut tetapi menyimpulkan bahwa tindakan para komandan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan adanya tindakan kriminal.
Tekanan diplomatik juga meluas ke tindakan Israel di Suriah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Turki.
Ynet menyoroti kritik dari AS menyusul serangan Israel terhadap pangkalan udara militer Abu al-Duhur Suriah, yang memicu ketegangan antara Israel dan Türkiye.
Duta Besar AS untuk Türkiye dan Utusan Khusus untuk Suriah dan Irak Tom Barrack mengatakan badan intelijen Washington tidak menemukan bukti yang mendukung klaim Israel bahwa Türkiye memindahkan aset militer ke pangkalan Suriah.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya perdebatan di dalam Israel mengenai kebijakan luar negeri Netanyahu menjelang pemilihan parlemen.
Analisis Israel baru-baru ini semakin terfokus pada apakah konfrontasi militer dan diplomatik dapat menjadi bagian dari strategi pemilu Netanyahu.
Ynet telah melaporkan bahwa kekhawatiran meningkat bahwa eskalasi militer dapat digunakan untuk keuntungan politik, sementara analisis lain mengatakan Netanyahu mungkin memiliki insentif untuk menggambarkan perlawanan .....selengkapnya